Rabu, 10 Februari 2010

Waktu yang terhenti

Aku terpana dengan setengah mulut ternganga. Kalau saja jam meja di kamarku tidak mati mungkin aku tidak bangun kesiangan, barangkali aku belum tentu menyadari bahwa jam meja kamarku sebenarnya sudah lama mati. Ya, sudah lama sekali. Seminggu? Rasanya tidak. 2 minggu? Aku mengernyitkan kening. Tidak, bisa jadi lebih dari itu.


Mataku tegak memandang pada jam meja yang bisu terpajang. Ia terpampang di sisi dinding yang sejajar dengan pintu kamar. Kedua jarum membentuk sudut tumpul, menunjukkan pukul 10.10. Konon, seperti umumnya sebuah iklan arloji, hal itu sengaja dilakukan agar merek arloji tersebut jelas terlihat. Tapi, aku tahu bukan aku yang sengaja mengatur sudut jam itu. Bukan aku yang sengaja menghentikannya tepat pada waktu tersebut. Dan, ya, bukan aku pula yang sengaja membiarkannya terhenti dan lantas mati seperti pada saat ini.


Lantas kalau begitu dengan apa biasanya aku menebak waktu? Kusapu pandangan di meja kamar. Ada ponsel dan Ada arloji. Ya, semuanya menjadi andalanku untuk tahu waktu. Barangkali, lantaran itulah aku tidak pernah memperhatikan atau bahkan memperdulikan jam meja itu. Hingga ia akhirnya perlahan terhenti dan lalu mati.


Entah mengapa, tiba-tiba saja aku tak bisa mengalihkan pandanganku dari jam meja berwarna merah muda itu. Aku tertegun seiring pikiranku yang begitu saja melayang terayun. Jarum jam meja yang terhenti seperti menjadi cermin diri. Denyut rutinitas hidup keseharian yang terus berdetak, membuatku terlupa ada hal-hal tertentu dalam hidup yang sebenarnya harus terus bergerak.


Barangkali, seperti itu pula aku menjalani hidup. Mungkin pernah sesuatu yang sebenarnya harus tetap bergerak dalam perjalanan hidupku, namun malah kubiarkan terhenti dan lalu mati. Jam meja yang mati itu kuibaratkan seperti harapan, angan, cita-cita, impian, keinginan, atau bahkan obsesi dalam hidup yang tak sempat terwujud. Namun ketika aku tak begitu ambil peduli, perlahan kesemua itu terhenti dan lalu mati.


Aku terdiam, menghela nafas panjang. Betapa celoteh benakku tentang jarum jam ini seolah falsafah ringan yang menyadari dan harus kulakoni. Dalam hidup dan kehidupanku.

Perlahan aku berjingkat di atas kasur, menggapai jam meja tadi.

Mengganti baterainya agar ia kembali berdetak.

Agar ia kembali bergerak.



Selasa, 09 Februari 2010

Menjawab Keinginanku

Mungkin dengan menulis lewat tulisan ini setidaknya ruang kelegaan itu sedikit terbuka luas, semua yang ada di benakku akan aku tumpahkan ke dalam sebuah tulisan yang bersemerautan ini :)


Kelopak mataku perlahan mengatup. Terpejam. Menihilkan segala yang tadinya jelas terlihat dalam pandang. Segala sesuatu yang semula benderang kini memudar, berganti gelap menyergap. Lalu tidak hanya itu, perlahan aku juga mencoba meniadakan apa yang tadinya ada di sekitar. Yang kurasa, kuhirup, kuraba, bahkan kudengar. Kini hanya ada aku, diriku, dan pikiranku. Barangkali inilah kesunyian paling sunyi yang pernah kualami. Ya, hanya aku sendiri. Sekali lagi, hanya aku sendiri.


Batinku bergumam. Hmm, sepertinya betapa bebas dalam kesendirian ini. Melepas pijak dari jerat gravitasi, ringan melayang dalam buana imajinasi. Harum rerumputan dan tanah basah sisa gerimis membasuh pagi. Bias garis lengkung pelangi. Semilir angin lembut menyibak anak rambut di dahi. Kicau burung riang berdendang, menyapa bunga-bunga yang tersenyum mengembang.
Aku terkesima, begitu mudahkah sesungguhnya imajinasi tercipta? Bahkan seolah mampu sejenak mengenyahkan rasa kalut yang tengah bergayut.


Tiba-tiba muncul satu pertanyaan dalam benak yang membuatku tersentak. Bila konon tak ada yang abadi di dunia sejati, bagaimana dengan dunia imajinasi? Mungkinkah keabadian ada dalam dunia imajinasi?
Kini aku terpana. Baru saja cermin hidup keseharian terbias dari sana. Ya, kerap tak pernah kita sadari bahwa begitu mudahnya sebuah pertanyaan lahir hanya demi pembenaran sebuah pernyataan. Bahkan, kerapkali kita pun lupa menyadari bahwa sebuah jawaban sebenarnya tak melulu lahir dari sebuah pertanyaan.


Aku terkesiap. Sebuah pertanyaan? Ya, beberapa menit yang lalu, aku menanyakan sesuatu pada diriku. Apakah yang saat ini aku inginkan? Aku belum mampu menjawab. Aku pikir, mungkin dengan mata terpejam, akan kutemukan jawaban yang terpendam.


"Hei. hei, hei! kenapa diem ???"
"Woi.. jangan bengong gitu doong..!"


Perlahan keriuhan yang ada mengisi bejana kesunyianku. Aku tergugah. Mataku mengerjap pada silau cahaya televisi. Di dunia imajinasi hanya ada aku sendiri. Tapi di dunia sejati, ternyata aku tak sendiri. Ada mereka. Sahabat-sahabat terdekat. membuatku menyadari betapa kehidupan ini terasa tak ada arti tanpa sahabat-sahabat terdekat.


Kini, tanpa memejam mata, sepertinya aku tau apa keinginanku..

Senin, 08 Februari 2010

Renungan di pagi hari

Perlahan dengan pasti ku buka pintu depan secara pelan tanpa ada suara, desau angin menyusup dari sela pintu yang baru saja sedikit kubuka terhirup kesegaran dan kelegaan setelah sekian waktu nafasku sesak terkurung dalam kamarku yang begitu sempit dan sesak, aku pun menarik nafas panjang dan lalu melepaskannya perlahan setidaknya rasa sesak itu perlahan pupus menghilang berharap hati dan pikiran menjadi lebih tenang, detik jam begitu nyaring terdengar di luar rumah dengan seiringnya pagi yang begitu senyap dan sunyi seakan-akan di bumi ini tidak ada penghuninya yang tinggal.

Rasa sesak itu perlahan pupus menghilang.. aku mengulangi kalimat itu dalam batin. Hei, mengapa sepertinya aku tengah tersadar pada satu pencerahan? Ya, aku coba untuk menganalogikan rasa sesak yang tercipta itu sebagai beragam perasaan di hati yang bertumpuk-tumpuk dan tak terkendali di pagi hari seperti perasaan yang bercampur aduk, rasa kecewa yang membuat kita tak mampu memaafkan sebuah kesalahan!

Aku tertegun. Barangkali selama aku belum pernah bisa membuang perasaan-perasaan yang kerap membuat hatiku begitu sesak, aku tak akan pernah menemukan ruang di hati yang sesungguhnya begitu lebar dan begitu luas. Ruang yang sebenarnya memberi kelegaan tak berbatas. Ya, sebab misalnya saja aku tidak bisa memaafkan kesalahan seseorang, maka sampai kapanpun rasa dendam itu masih ada dan menyita ruang kelegaan yang ada.

Aku percaya bahwa bila ruang kelegaan itu mulai terasa luas, rasanya seperti baru saja terbebas dari kemacetan jalan, terbebas dari antrian panjang, terbebas dari himpitan beban!


Tak terasa arlojiku sudah menujukan pukul 03.15 tidak ada rasa kantuk sedikit pun yang ada cuma hanya rasa gelisah yang bercampur aduk, dalam hati bergumam hei, kenapa ini ? apa yang telah aku lakukan ? ada apa yang sebenarnya terjadi! rasanya tidak percaya kalau suatu masalah yang begitu besar sedang aku lalui tapi sebesar apapun aku mesti lewati, menyelesaikan dengan baik dan tidak bisa lari begitu saja.


Aku tertegun dan lagi lagi bergumam dalam batinku apakah kesalahan aku begitu sangat patal ? sehingga dia begitu sangat benci padaku ? apa yang harus aku lakukan ? aku harus gimana ? aku mengingat lagi waktu mundur 30 menit yang lalu aku mengingat dengan jelas dan membaca sebuah pesan dengan kata-kata yang sangat teramat menyakitkan buatku, tanpa memikirkan perasaan aku waktu itu, sakit rasanya melebihi sakitnya di iris iris pisau tapi dalam hatiku aku mesti sabar mungkin dia menulis pesan seperti itu cuma hanya emosi yang meledak-ledak sesaat saja, aku berusaha memaafkan dia meskipun dia tidak minta maaf sedikut pun atas kata-kata yang telah di kirimkan lewat pesan itu.


Tanpa ku sadari mataku beralih ke sebuah hape lalu aku memutar lagu yang ada di hape dan tak menyangka terdengar sebuah nada suara yang begitu merdu dengan syair seperti ini " semakin dalam ku merindukanmu, semakin jauh kau pergi dariku, semakin jauh ku mencintaimu, semakin dalam kau hancurkan aku " ( alexa ) saat mendengar syair lagu itu tak terasa air mataku mulai mengalir lagi dan aku bergumam dalam hati kecil ini lagu mungkin mewakili isi hati aku buat dia, apa mungkin seperti itu ? lagi lagi aku berpikiran yang tidak tidak, mudah-mudahan ini cuma hanya pikiran aku saja dan aku cuma hanya terbawa suasana dalam lagu itu.


Dalam hati aku berdoa mudah-mudahan masalah ini bisa cepat selesai, mudah-mudahan kita bisa bersama lagi tanpa harus ada penghalang apapun, mudah-mudahan ini hanya cobaan buat kita berdua, mungkin tuhan lagi menguji kita apa kita berdua bisa lalui semuanya ini? tapi aku yakin kita bisa melaluinya dengan baik, aku yakin kita bisa kaya dulu lagi, mungkin kita cuma hanya butuh waktu lagi untuk memulainya kembali, semoga masalah yang kita hadapi bisa terselasaikan, dan aku akan buktikan pada dia kalau aku bisa, aku mampu, aku bisa menjadi yang terbaik buat dia dengan seiringnya waktu yang berjalan pasti dan yakin aku bisa lalui semuanya ini, aku minta kepadamu ya tuhan berikanlah kita kesabaran dalam cobaan yang engkau berikan, bukakanlah pintu hatinya dia buatku agar kita bisa bersama lagi dan semoga dia bisa nerima aku apa adanya, dan sampai kapanpun aku akan meyayangi dia sampai ajal menjemputku...i love u so much


Dari luar rumah aku menatap langit pagi yang bertabur gemintang bintang. Barangkali ruang hatiku tidak selega langit luas. Tapi bila aku mulai belajar gimana cara menyikapi hidup ini, belajar gimana caranya bersikap, belajar gimana caranya bertutur kata, belajar gimana caranya bisa terbuka lagi ma dia, belajar gimana caranya memaafkan dan mengampuni kesalahan orang lain, baik disengaja ataupun lantaran kelalaian, ruang itu akan terasa lega dan seluas langit yang kulihat di atas, Setidaknya, bagi aku...




Selasa, 19 Januari 2010

30 hal yang bisa bikin cwe seyum :)

1. Don't hug her friends or your friends that are girls cause she'll feel left out.

2. Hold her hand at any moment . . . even if it's just for a second.

3. Hug her from behind.

4. Leave her voice messages to wake up.

5. Wrestle with her.

6. Don't go hang out with your ex when shes not with you, you might not realize how badly it hurts her.

7. If you're talking to another girl, when you're done talking, walk over and hug her and kiss her.... let her know she's yours and they aren't.

8. Write her notes or call her just to say "hi"..and not just at night after you've already been out with other girls.

9. Introduce her to your friends . . . as your girlfriend.

10. Play with her hair.

11. Pick her up

12. Get upset if another guy touches her and she doesn't like it.

13. Make her laugh, if you can make her laugh, you can make her do anything.

14. Let her fall asleep in your arms.

15. If she's mad at you, kiss her.

16. If you care about her, then tell her.

17. Every guy should give their girl 3 things: a stuffed animal(she'll hug it every time she goes to sleep), jewelry (she'll treasure it forever), and one of his t-shirts (she'll most likely wear it to bed).

18. Treat her the same around your friends as you do when you're alone.

19. Look her in the eyes and smile.

20. Hang out with her on weekends.

21. Kiss her in the rain.

22. If your listening to music, let her listen too.

23. Remember her birthday and get her something, even if it's simple and inexpensive, it came from YOU. it means all the world to HER. it's the thought that counts.

24. When she gives you a present on your birthday, or just whenever, take it and tell her you love it, even if you don't (it'll make her happy.)

25. Girl don't necessarily have to have hour-long conversations every night, but it's nice for them to hear your voice even for a quick hello.

26. Give her what she wants

27. Recognize the small things . . . they usually mean the most.

28. Tell her she's beautiful, she needs to know her striving is working.

29. Hang out with her whenever you are free and u should be free to hang with your girlfriend all the time

30. If u care about her...SHOW it!

Senin, 11 Januari 2010

i love u


tak menyadari tenyata sudah begitu lama aku bersama dia..
semakin hari semakin sayang..
aku berharap kita akan selalu bersama selamanya ..
i love u sandy rivado

Kamis, 07 Januari 2010

" Sebuah Cerita Pada Hari Penciptaan Wanita "

Malaikat bertanya kepada Tuhan, "apakah keistimewaan dari ciptaanMu ini?"
dan Tuhan menjawab, "ada banyak keistimewaan yang dimiliki oleh ciptaanKu ini"
"di balik kelembutannya, dia memiliki kekuatan yang begitu besar"
"tutur katanya merupakan kebenaran"
"senyumannya adalah semangat bagi orang yang dicintainya"
"pelukan dan ciumannya dapat memberikan kehangatan bagi anak-anaknya"
"ia tersenyum bila melihat temannya tertawa"
"ia terharu bila melihat anaknya menjadi juara"
"ia menangis bila melihat kesengsaraan"
"ia mampu tersenyum dibalik kesedihannya"
"ia sangat gembira melihat kelahiran"
"ia sangat sedih melihat kematian"
"tetesan air mata nya dapat membawa kedamaian"
"tapi ia selalu lupa akan satu hal"
Malaikat pun bertanya, "apa itu Tuhan?"
dan Tuhan menjawab, "ia selalu lupa bahwa ia sangatlah berharga"

jika seorang wanita menangis dihadapanmu, itu berarti dia tidak dapat menahannya lagi..
Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu..
Jika kau membiarkannya pergi, dia tidak akan kembali menjadi dirinya yg dulu, slamanya!
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, kecuali di depan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah!
Seorang wanita tidak akan menangis dengan mudah, hanya jika dia sgt menyayangimu.Dia akan menurunkan rasa egonya..

Hey lelaki!
jika seorang wanita pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian..
Karena dia adalah orang yg akan tetap bersamamu sepanjang hdpmu..
jika seorang wanita menangis karenamu, tolong jangan menyia-nyiakannya...
Mungkin, karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya...
Saat dia menangis di depanmu, saat dia menangis karenamu...
Lihatlah jauh ke dalam matanya...
dapatkan kau lihat dan rasakan sakit yang ia rasakan karenamu?!

Hey lelaki!
jangan pernah kalian menganggap rendah wanita...
jangan pernah menganggap diri kalian lebih dari seorang wanita..
tidak kah kalian ingat?!
orang yang melahirkan mu adalah wanita...
orang yang menjaga mu, mengajarkan mu, mengurus mu, dan menyayangimu hingga kini adalah wanita...
dan ingatlah bahwa orang yang akan menemanimu hingga akhir hayat adalah seorang wanita....
bila kalian tidak menghargai wanita....kalian tidak akan bisa menghargai diri kalian sendiri... dan percayalah, tidak akan ada satu orangpun yang akan menghargai kalian... :)

Selasa, 08 Desember 2009

... Belajar Menerima Pendamping kita apa adanya ...

Menerima pendamping kita apa adanya dengan tidak berharap terlalu banyak, merupakan bekal untuk mencapai kemesraan dalam rumah tangga dan kebahagiaan di akhirat.

Sebagai hamba yang dianugerahi fitrah, kita memang perlu menyeimbangkan harapan. Tak salah kita berdoa memohon suami/istri yang sempurna, tetapi pada saat yang sama kita juga harus melapangkan dada untuk menerima kekurangan. Kita boleh memancangkan harapan, tapi kita juga perlu bertanya apa yang sudah kita persiapkan agar layak mendampingi pasangan idaman.

Ini bukan berarti kita tidak boleh mempunyai keinginan untuk memperbaiki kehidupan kita, rumah tangga kita, serta pasangan kita. Akan tetapi, semakin besar harapan kita dalam pernikahan semakin sulit kita mencapai kebahagiaan dan kemesraan. Sebaliknya, semakin tinggi komitmen pernikahan kita (marital commitment) akan semakin lebar jalan yang terbentang untuk memperoleh kebahagian dan kepuasan.

Apa bedanya harapan dan komitmen? Apa pula pengaruhnya terhadap keutuhan rumah tangga kita? Harapan terhadap perkawinan menunjukkan apa yang ingin kita dapatkan dalam perkawinan. Bila kita memiliki harapan perkawinan yang sangat besar, sulit bagi kita untuk menerima pasangan apa adanya. Kita akan selalu melihat dia penuh kekurangan. Jika kita menikah karena terpesona oleh kecantikannya, kita akan segera kehilangan kemesraan sehingga tidak bisa berlemah lembut begitu istri kita sudah tidak memikat lagi. Betapa cepat dan berlalu dan betapa besar nestapa yang harus ditanggung.

Sementara itu, komitmen perkawinan lebih menunjukkan rumah tangga seperti apa yang ingin kita bangun. Kerelaan untuk menerima kekurangan, termasuk mengikhlaskan hati menerima kekurangannya membuat kita lebih mudah mensyukuri perkawinan.

Disebabkan oleh komitmen yang sangat kuat pada Allah dan Rasul-Nya istri Julaibib mengikhlaskan hati untuk menikah dengan Julaibib. Yang baru semalam usia pernikahan mereka Julaibib mengakhiri hayat di medan syahid. Ketika ibunya merasa tidak rela dikarenakan rendahnya rendahnya martabat dan buruknya perawakan fisik, ia meminta agar orang tuanya menerima pinangan itu kalau memang Rasulullah saw. yang menentukan.

Orang yang melapangkan hati untuk menenggang perbedaan, cenderung akan menemukan banyak kesamaan. Perbedaan itu bukan lantas tidak ada, tetapi kesediaan untuk menenggang perbedaan membuat kita mudah untuk melihat kesamaan dan kebaikannya. Sebaliknya, kita akan merasa tidak nyaman berhubungan dengan orang lain, tidak terkecuali pendamping hidup kita, bila kita sibuk mempersoalkan perbedaan. Apalagi jika kita sering menyebut-nyebutnya, semakin terasa perbedaan itu dan semakin tidak nyaman membina hubungan dengannya.

Semoga Allah melindungi kita dari mempersoalkan perbedaan tanpa mengilmui. Semoga Allah menjauhkan kita dari kesibukan yang membinasakan. Semoga Allah pula kelak mengukuhkan ikatan perasaan di antara kita dengan kasih sayang, ketulusan, dan kerelaan menenggang perbedaan. Sesungguhnya telah berlalu umat-umat sebelum kita yang mereka binasa karena sibuk mempersoalkan perbedaan dan memperdebatkan hal-hal yang menjadi rahasia Allah.

Nah, jika mempersoalkan perbedaan, menyebut-nyebutnya, dan mengeluhkannya akan membuat hubungan renggang, mengapa tidak melapangkan hati untuk menenggangnya? Sesungguhnya menenggang perbedaan akan menumbuhkan kasih sayang dan kemesraan yang hangat. Ada perasaan mengharukan yang sekaligus membahagiakan jika kita memberikan untuknya apa yang ia sukai.

Untuk itu, ada tiga hal yang perlu kita pahami agar ia mempercayai ketulusan kita.

Pertama, berikanlah perhatian yang hangat kepadanya. Besarnya perhatian membuat dia merasa kita sayang dan kita cintai.

Kedua terimalah ia tanpa syarat (lagunya group Element ^_^ cinta tak bersyarat). Penerimaan tanpa syarat menunjukkan bahwa kita mencintainya dengan tulus. Tidak mungkin menerima dia apa adanya jika kita tidak memiliki ketulusan cinta dan kebersihan niat.

Ketiga, ungkapkanlah dengan kata-kata yang tepat&romantis , melalui apapun dan media apapun.

Berkaitan dengan ungkapan ini, ada sebuah tips yang ahsan yang disampaikan oleh ustaz yang kini masih mengajar di jurusan Psikologi, UII, Yogyakarta ini. Yakni terminologi "aku" dan kamu". Saat kita mendapatkan bahwa masakan yang dibuat pasangan kita keasinan misalnya, maka gunakanlah kata ganti "aku" jgn Lo Gwe2 . "Aku lebih suka kalau sayurnya lebih manis, sayang" Tapi saat kita mendapatkan suatu kelebihan pada diri pasangan, ia sukses menggoreng telor dadar misalnya (biasanya ia menggoreng berkerak), maka kita gunakan kata ganti "kamu". "Kamu memang pintar, istriku". Kita gunakan kata "aku" untuk sesuatu yang sifatnya negatif dan "kamu" untuk sesuatu yang sifatnya positif. Untuk semua hal.

Tampaknya memang benar, karena penggunaan kata ganti "kamu" untuk sebuah kesalahan yang telah dilakukan oleh pasangan kita cenderung menyaran pada arti memvonis alih-alih memosisikan pasangan kita sebagai tertuduh.

Dalam perspektif pragmatik (linguistik), terminologi ini merupakan sebuah upaya penggunaan maksim kesopanan dengan tetap mempertahankan maksim kerja sama. Dengan tujuan agar tidak terjadi konflik pada keduanya.

Berangkat dari petunjuk Allah ini tidak layak bagi kita untuk sibuk mempersoalkan kekurangan ataupun kesalahan, apalagi kekurangan yang sulit dihilangkan, sepanjang ia tidak melakukan kekejian yang nyata. Betapa pun banyak yang tidak kita sukai darinya, kemesraan dengannya tak akan pudar jika kita mencoba untuk berbaik sangka kepada Allah, barangkali di balik itu Allah berikan kebaikan yang sangat besar. Sebaliknya, sesedikit apa pun keburukannya, bila kita sibuk menyebut-nyebut dan mengingatnya, akan sangat memberatkan jiwa. Dampak selanjutnya tidak hanya bagi hubungan suami istri, tetapi merembet pada hubungan kita dan si kecil.

Terimalah ia apa adanya. Terimalah kekurangannya dengan keikhlasan hati maka akan kita temukan cinta yang bersemi indah. Sesudahnya berupaya memperbaiki dan bukan menuntut untuk sempurna. Bukankah kita sendiri mempunyai kekurangan, mengapa kita sibuk menuntut istri/suami untuk sempurna? Ada amanat yang harus kita emban ketika kita menikah. Ada ruang untuk saling berbagi. Ada ruang untuk saling memperbaiki. Dan bukan saling mengeluhkan, alih-alih menyebut-nyebut kekurangan.

Pahamilah kekhilafannya agar ia merasa ringan dalam memperbaiki, meski bukan berarti kita lantas membiarkan kesalahan. Berikanlah dukungan dan kehangatan kepadanya sehingga ia berbesar hati menghadapi tantangan-tantangan yang ada di depan. Tunjukkanlah bahwa kita memang sangat menghargainya, menerimanya dengan tulus, mau mengerti dan bersemangat mendampinginya.

Namun tampaknya beliau memandang masalah yang remeh temeh ini dalam beberapa hal telah menjadi batu karang yang cukup terjal yang kemudian melahirkan benih-benih konflik dan alih-alih perceraian.

bagaimana upaya belajar itu tidak sebatas menerima apa adanya, tetapi juga diikuti dengan belajar mendengar,merasakan, meneliti, memahami dengan sepenuh hati. Karena tidak jarang kita bukan tidak paham jawaban yang sesungguhnya diinginkan di balik pertanyaan pasangan.

Cukup banyak hal sepele yang tampaknya kita anggap telah kita berikan tetapi ternyata hal itu jauh meleset dari dugaan. Kita bukan mendengar pasangan tetapi mendengar diri sendiri, kita bukan memberi solusi tapi malah menambah materi. Kita bukan memberi jalan keluar alih-alih menghakimi. Kita bukan memberikan jawaban, tetapi malah memberikan pertanyaan. Kita bukan meringankan tetapi malah memberatkan. Benarkah?

Al akhir, kekayaan itu ada di jiwa. Dan keping kekayaan itu dimulai dari ketulusan menerima. Dengan kekayaan jiwa kita akan lebih mudah memberikan empati, lebih mudah untuk memahami, lebih mudah untuk berbagi dan lebih mudah mendengar dengan sepenuh hati.

Hari ini,esok, atau entah kapan ketika kita bermimpi tentang sebuah pernikahan yang romantis sementara ikatan batin di antara kita dan pasangan begitu rapuh, sudahkah kita berterima kasih kepadanya? Sudahkah kita meminta maaf atas kesalahan kesalahan kita? Jika belum, mulailah dengan meminta maaf atas kesalahan-kesalahan kita dan ungkapkan sebuah panggilan sayang untuknya. Mulailah dari yang paling mudah, yang paling remeh atau kecil sekalipun. Mulailah dari yang paling kecil, Little things mean a lot. Agar cinta bersemi dalam, hubungan ikatan,komitmen pasanga dan keluarga kita nantinya jika kita berumah tangga , agar cinta senantiasa berbunga dalam kehidupan kita.

Masya Allah.
Subhanallah.
Alhamdulillahirabbil alamiin.
Wallahu alam bisshawab.

.... " banyak dosa di masa lalu dan sekarang tapi, bagaimana kita ke depan untuk meninggalkan semua itu dengan lebih mendekatkan .. tp, kadang manusia selalu khilaf dan melakukan kesalahan lagi dan mendekat lagi, melakukan kesalahan lagi dan mendekat lagi begitu seterusnya... " karena manusia tidak ada yang sempurna " yang ada berusaha untuk selalu ingat pada sang kholiq .. AMIN !

Belajar untuk saling melihat diri kita masing2 .. (yuuk marii)